Saat membuat laporan bulanan atau menyusun materi proyek, saya sering mengalami kelelahan seperti ini: puluhan dokumen harus diseragamkan formatnya, lalu header, footer, dan perataan area isi disesuaikan satu per satu sampai mata terasa perih. Alat dokumen biasa memang bisa digunakan, tetapi setiap halaman harus diratakan secara manual, dan perubahan di satu bagian mengharuskan saya menelusuri seluruh dokumen. Kemudian saya mengubah cara kerja: tugas yang berulang saya serahkan kepada templat master.